| |
Mencari Software Gratis? |
Artikel Terbaru |
|
|
 |
|
LIMA KELEMAHAN GURU DALAM MENGAJAR Jumat, 08 Februari 08 - oleh : UTOMO
Tulisan ini bukan merupakan kesimpulan atas kinerja guru secara umum, tetapi hanyalah merupakan temuan penulis selama melaksanakan supervisi kunjungan kelas pada beberapa sekolah yang menjadi binaan penulis ditambah dengan pengamatan penulis pada saat mengikuti kegiatan lesson study MGMP Bahasa Inggris beberapa waktu yang lalu. Sengaja diberi judul demikian karena yang akan dipaparkan adalah kelemahan-kelemahan yang nyata ditemukan penulis. Hal ini dimaksudkan agar bisa menjadi input bagi para guru untuk memperbaiki kegiatan pembelajarannya.
Dari pengamatan penulis terhadap kegiatan pembelajaran di kelas dapat dikemukakan beberapa kelemahan antara lain :
1. Guru tidak menggunakan RPP sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran
RPP adalah skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Dalam dokumen tersebut tidak hanya berisi kompetensi apa yang akan dicapai tetapi juga memuat secara rinci berapa lama waktu tatap muka dilakukan. Bahkan dirinci pula berapa menit kegiatan awal untuk melaksanakan kegiatan rutin, apersepsi dan penjajagan untuk mengenal bekal awal siswa. Waktu yang digunakan untuk kegiatan inti, dan rincian waktu untuk kegiatan akhir.
Dalam RPP juga tercantum secara jelas alat bantu mengajar apa yang diperlukan dan sumber belajar apa yang digunakan. Demikian pula di dalam RPP juga telah dicantumkan rencana kegiatan penilaian yang merupakan upaya untuk mendapatkan umpan balik keberhasilan guru dalam mengajar.
Kenyataannya RPP tidak difungsikan, bahkan ada guru yang mengajar tanpa bertpedoman pada RPP. Hal ini menyebabkan kegiatan pembelajaran tidak terarah.
2. Guru tidak mempersiapkan alat bantu mengajar.
Alat bantu mengajar sangat diperlukan untuk membantu guru dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga siswa mengetahui secara nyata melalui benda-benda yang nyata. Dengan alat bantu ini pengetahuan tidak hanya berupa verbal, dan bisa mengatasi kesenjangan komunikasi guru dengan siswa.
Kenyataannya guru tidak membawa alat bantu mengajar sehingga yang dilakukan hanyalah ceramah-dan ceramah saja.
3. Guru kurang memperhatikan kemampuan awal siswa.
Pengetahuan ten tang kemampuan awal siswa diperlukan oleh guru untuk menetapkan strategi mengajar, bahkan untuk mengajukan pertanyaanpun diperlukan pemahaman tentang kemampuan awal siswa. Dengan memahami kemampuan awal siswa ini guru dapat membantu siswa memperlancar proses pe,mbelajaran yang dilkukan dan memperkecil peluang kesulitan yang dihadapi siswa. Adakalanya satu materi tertentu memerlukan prasarat pengetahuan sebelumnya. Jika pengetahuan prasyarat ini belum dikuasi dan guru sudah melanjutkan pada materi berikutnya bisa dipastikan bahwa siswa akan kesultan mengikuti pelajaran. Hal ini bisa dideteksi melalui perilaku siswa. Siswa yang tidak dapat mengikuti materi yangs edang dibahas oleh guru cenderung berperilaku "menyimpang" seperti: melamun, menulis atau menggambar yang tidak ada hubungannya dengan materi pelajaran, berbicara sendiri atau kegiatan-kegiatan lain yang tidak terkait dengan isi pembelajaran.
4. Penggunaan papan tulis yang kurang tepat
pada umumnya guru langsung memulai pelajaran tanpa menuliskan Pokok persoalan yang akan dibahas dan tujuan pembelajarannya. Penulisan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran ini bergna sebagai kontrol bagi guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar tidak keluar dari jalur. Kecenderungan lainnya adalah penggunaan papan tulis yang kaacau. Siswa tidak tahu apa sebenarnya yang dibahas, dan untuk apa hal itu dibahas. Guru terlalu sibuk menulis dan membuat ilustrasi di papan tulis yang kadang-kadang sulit ditangkap siswa dan tidak disimpulkan.
5. Tidak melaksanakan evaluasi
Dengan alasan kekurangan waktu seringkali guru tidak melaksanakan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan. Evaluasi ini bertguna bagi guru untuk mengetahui seberapa besar keefektifan pembelajaran yang dilakukannya. Dengan melakukan evaluasi pada setiap akhir kegiatan /bahasan akan bisa mendeteksi siswa mana yang masih kesulitas dan pada bagian apa siswa merasa sulit. Hal ini akan sangat berguna bagi guru dalam membantu siswa
Apabila 5 macam kelemahan guru ini dapat diperbaiki, maka peoses pembelajaran akan menjadi lebih bermutu dan muaranya nanti pada hasil belajar yang lebih baik. Perubahan pada kelima kelemahan tersebut tidak memerlukan biaya. Yang diperlukan hanyalah kesadaran diri untuk memberikan yang terbaik kepada siswa. Kepala sekolah dapat berperan dalam perbaikan proses pembelajaran ini dengan cara lebih sering melaksanakan supervisi kunjungan kelas.
kirim ke teman | versi cetak
Ada 8 komentar tentang artikel ini :
UxuwIODeoJIiGB Sabtu, 26 Juni 10 - oleh : AQHbuaTX | | BkJKxF <a href="http://iifjkmvbopph.com/">iifjkmvbopph</a>, [url=http://muhzlzxeubux.com/]muhzlzxeubux[/url], [link=http://htoqfxyallog.com/]htoqfxyallog[/link], http://lmlcgfaxlfow.com/ |
VbmpdXXsm Selasa, 16 Maret 10 - oleh : vlrDiRknn | | CYoTCe <a href="http://xeokzxedqfdt.com/">xeokzxedqfdt</a>, [url=http://ccifathaqqgj.com/]ccifathaqqgj[/url], [link=http://xibzxasdvphh.com/]xibzxasdvphh[/link], http://jkexefrwhfus.com/ |
mari kita renungkan bersama. Rabu, 14 Oktober 09 - oleh : junus barathan | | Saya sangat yakin hampir semua guru ditanah air ini mengajar,mendidik dengan ikhlas dan benar, namun saya juga yakin ada sedikit saja guru yang perlu diperbaiki cara mengajarnya, semua itu tentunya dapat teratasi melalui sebuah proses yang berkelanjutan, namun ada satu permasalahan dimana kita sebagai guru, ketika kita telah melaksanakan tugas dengan baik dan benar, tiba-tiba pada akhir tahun menjelang ujian nasional, ada perintah dari atasan untuk mensukseskan UAN tsb, entah dengan cara apapun pokoknya sukses demi mengangkat nama daerah, disitulah sebenarnya masalah yang perlu kita renungkan........!!!, mengikuti perintah atasan atau hati nurani, guru-guru berada dalam ketidak berdayaan dalam sebuah fenomena buah SIMALAKAMA.Mari kita renungkan......!!! |
ALxPbRntm Minggu, 28 Juni 09 - oleh : WrgHcQaZCkwAthG | | XIiCWO <a href="http://jmdjcawjdvcr.com/">jmdjcawjdvcr</a>, [url=http://bqdmfqsacvgs.com/]bqdmfqsacvgs[/url], [link=http://mluxjauxgyhz.com/]mluxjauxgyhz[/link], http://hxqmtfxhldsr.com/ |
kajian Jumat, 30 Mei 08 - oleh : yacob | hal-hal trsebut bukan prmaslahan medasar . tdk begitu penting! dan juga tidak semua guru seperti itu!!! ada yg lebih dari itu.
teapi hal yg paling mendasar dan sangat penting adalah
1. sdm guru yg rendah sehingga mmpengarui penyampaian mutu dari materi yg disampaikan
2. semangat dalam mendidik
seorang guru dk semuanya mempunyai kredebilitas/tanggng jawab yg tinggi terhadap dunia pendidikan. atau yg disebut asal-asalan tinggi
3. penyaringan hasil belajar secara mutlah/murni. adakanya guru idak sampai hati utk tidak menaikkan /meluluskan siswa hal seperti ini sangat tdk baik dalam menciptakan mutu pendidikan
4.jiwa kebangsaan yg tinggi kurang dimiliki oleh seorang guru. mereka tdk sadar bahwa apa yg dilakukan itu adalah utk kemajuan bangsa!!
|
tidak semua seperti itu Jumat, 18 April 08 - oleh : biyan | tidak semua guru melupakan atau memilki kelemahan seperti yang di terangkan di atas
guru-guru saya semua nya melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan seperti membuat RPP, menyediakan media, evaluasi.
mungkin kelemahan tersebut cocok diberikan untuk sekolah-sekolah yang berstandar rendah dan salah kan pihak2 diknas jangan salah kan guru. selalu guru yang disalahkan pendapatan RENDAH yang dituntut dari seabrek. |
tidak semua seperti itu Jumat, 18 April 08 - oleh : biyan | tidak semua guru melupakan atau memilki kelemahan seperti yang di terangkan di atas
guru-guru saya semua nya melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan seperti membuat RPP, menyediakan media, evaluasi.
mungkin kelemahan tersebut cocok diberikan untuk sekolah-sekolah yang berstandar rendah dan salah kan pihak2 diknas jangan salah kan guru. selalu guru yang disalahkan pendapatan RENDAH yang dituntut dari seabrek. |
guru tetap manusia Minggu, 13 April 08 - oleh : ida rohita | | membaca artikel anda, saya setuju dengan pendapat anda, tetapi sebenarnya kelemahan-kelemahan tersebut tidak seharusnya ada, apabila fasilitas guru baik sarana dan prasarana menunjang, sehingga guru dapat mengajar dengan maksimal.Apalagi kalau semua tuntutan guru itu tidak dibarengi dengan gaji yang layak. Tidak munafik, guru tetaplah manusia biasa yang membutuhkan sedikit penghargaan materi untuk dapat tetap hidup dan tersenyum, sehingga dapat lebih berkreasi maksimal. Tidak untuk siapa2, kembali untuk anak-anak didik, untuk meningkatkan pendidikan anak bangsa. |
Formulir Komentar | Aturan >>
|
|
 |
|
Pencarian |
Jajak Pendapat |
Top Download |
Link Terbaru | Tampilkan situs Anda di sini.
» Tambah link baru
» Browse link
Artikel Terakhir |
|
|