situs pendidikan http://edu-articles.com   
Situs Pendidikan - The education articles archieve box    

 

| Home | Kirim Artikel | Download | Bukutamu | webmail |
 
   Mencari Software Gratis?
·Berita Hangat
·Bisnis dan Ekonomi
·Manajemen Sekolah
·Manajemen Pendidikan
·Pendidikan Luar Sekolah
·Sistem Pendidikan
·Kebijakan Pendidikan
·Beasiswa
·Penelitian
·Pendidikan Anak
·Teknik
·Jasmani dan Kesehatan
·Sains
·Filsafat Pendidikan
·Komputer & Teknologi Pendidikan
·Pengetahuan Umum
·Event & Promo Pendidikan

   Artikel Terbaru
EKONOMI PANCASILA
EKONOMI PANCASILA Mengenang Tiga Tahun Kepergian Prof. Mubyarto Dicetuskan oleh Soekarno-Hatta, ...

Guru Perlu Kreatif untuk Meredakan Kebosanan
Guru Perlu Kreatif untuk Meredakan Kebosanan Oleh Marjohan marjohanusman@yahoo.com Cukup banya ...

Meningkatkan Minat Baca
Banyak pihak yang menyoroti tentang minimnya minat baca siswa di Indonesia, wacana berikut ini baran ...

Fenomena Guru dalam mengejar Teknologi
Guru memang harus berada didepan membukakan pintu gerbang menuju masa depan anak didiknya. Menghada ...

Gaya Hidup : Bagaimana Pendidikan Menyikapinya ?
Situasi terkini… Sedang berproses... Manusia memiliki satu keinginan dan kerinduan terdalam di pez ...

   


Fenomena Guru dalam mengejar Teknologi
Rabu, 19 Maret 08 - oleh : tjidro

Guru memang harus berada didepan membukakan pintu gerbang menuju masa depan anak didiknya.
Menghadapi perkembangan dunia teknologi informasi khususnya internet, seorang guru akan sangat ketinggalan bila sedikit pun beliau tidak mau minimal kenal dengan yang namanya internet. Sementara anak-anak pelajar saat ini untuk urusan internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, artinya informasi yang mereka dapat sudah lebih up to date. Bila ini tidak diimbangi oleh SDM para Guru boleh jadi sekolah bagi siswa hanyalah rutinitas keharusan agar diakui sebagai anak pelajar dalam statusnya. Intinya, dengan internet tanpa sekolah pun mereka dapat ilmu pengetahuan, referensi, artikel dan sebagainya, dan tentu saja dibalik itu ada unsur yang berbau negatif di sana. Bila ini tidak segera di cermati oleh dunia pendidikan kita, bisa jadi Sekolahan hanya menjadi bangku-bangku kosong, bila ada siswa pun karena terpaksa, sebab sekolah sekarang bukannya biaya makin murah namun makin berat bagi orang tua siswa.

Dari sisi seorang Guru, dunia teknologi informasi merupakan dunia yang sullit dicerna karena keterbatasan kemampuan. Beliau-beliau ada sebelum perkembangan internet segila ini. Ditambah rutinitas sehari-hari dalam sekolah tentunya menjadi semakin sulit untuk sekedar berinteraksi melalui internet. Sementara realita-nya, dunia saat ini tidak bisa lepas dari internet.

Sungguh posisinya yang sangat sulit bagi seorang Guru pada dewasa ini. Permasalahan kurikulum yang masih belum final (selalu gonta-ganti), Gaji guru yang relatif masih rendah. Deraan ekonomi mengharuskan seorang Guru harus berfikir dua kali dalam mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Rasanya tidak adil bila kita semua menuntut beliau-beliau untuk berlaku sebagaimana mestinya secara proporsional.

Akumulasi dari berbagai persoalan di lembaga pendidikan adalah wajar bila sekolahan dijadikan semacam industri. Yang mana sekolahan dijadikan ajang bisnis, tidak lain untuk mencukupi kebutuhan ekonomi. Yang pada akhirnya munculah berbagai korupsi, mark up, dan sebagainya.

Munculnya lembaga pendidikan swasta, kualitas swasta justru jauh lebih tinggi dari pada pendidikan hasil dari produk pemerintah (negeri). Ironisnya pemerintah berani mengeluarkan target minimal nilai bagi suluruh siswa. Sehingga hampir seluruh hidup siswa untuk mengejar target tersebut, pagi belajar di sekolahnya, sore harus lari ke lembaga pendidikan swasta, begitu seterusnya. Secara tidak sadar kita telah ikut menciptakan generasi nomerik tanpa menyentuh nilai-nilai luhur kemanusiaannya.
Terciptalah manusia-manusia brutalisme, terciptalah manusia tanpa budaya indonesia dan seterusnya.

Dunia Pendidikan Indonesia mulai lemah, sangat tertinggal kualitasnya dengan negara-negara tetangga. Bahkan lulusan SMA di Indonesia tidak diakui oleh beberapa negara tetangga karena memang rendahnya mutu.

Sementara kebijakan-kebijakan pendidikan indonesia selalu terkait dengan partai politik. Dunia pendidikan hanyalah isu yang dijadikan senjata partai politik dalam meraih tujuan golongannya. Tidak terpikir sedikitpun dari mereka bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan indonesia secara menyeluruh.

Sekarang sudah menjadi benang kusut yang entah dimulai dari mana untuk mengurainya. Bila kita mengharap kualitas pendidikan menjadi lebih baik, tentu sarana dan prasarana pendidikan juga harus yang memadai. Demikian pula para guru yang jelas-jelas bekerja untuk mencipta generasi bangsa kedepan, begitu sulitkah untuk mensejahterakan hidupnya mengingat kredibilitas mereka adalah bentuk kedepan indonesia.

Majulah Guru Indonesia!

  kirim ke teman |   versi cetak


Ada 7 komentar tentang artikel ini :

jQHWfFiqcbA
Jumat, 12 Maret 10 - oleh : kwtkxgbr
p9eVE4 <a href="http://gosxldgrzuhp.com/">gosxldgrzuhp</a>, [url=http://mzhkiwxnnkuk.com/]mzhkiwxnnkuk[/url], [link=http://wvahdkmyldfz.com/]wvahdkmyldfz[/link], http://fbqabevxkodz.com/

Pendidikan kita
Jumat, 12 Desember 08 - oleh : Andi Alfian
menciptakan generasi nomerik tanpa menyentuh nilai-nilai luhur kemanusiaannya.
Terciptalah manusia-manusia brutalisme, terciptalah manusia tanpa budaya indonesia dan seterusnya. saya sangat sependapat. Kita melihat anak-anak kita kehilangan dimensi kemanusiaan, namun pada sisi lain kita melihat siswa yang skeptis, frustasi karena tidak mampu mengejat target nilai. Sekolah kita tidak mengembangkan aspek keunggulan manusia yang mungkin dapat dikembangkan selain keunggulan akademik. Atau apakah sekolah memang diperuntukkan bagi anak-anak yang unggul secara akademik semntara yang tidak berbakat secara akademik dianggap lemah dan bodoh........

xIehDCAbWdOZMxDDxq
Jumat, 12 September 08 - oleh : QlMlRGTaduCkBILBVTv
G40qHC <a href="http://wpuykfogjqft.com/">wpuykfogjqft</a>, [url=http://lnkchvxngaib.com/]lnkchvxngaib[/url], [link=http://xzgkmcvghext.com/]xzgkmcvghext[/link], http://ibtlhfayelov.com/

oCibAPjFT
Senin, 09 Juni 08 - oleh : AOGMdrWDIOMxVasNeNY
ZsZAl7 <a href="http://somorlrppnea.com/">somorlrppnea</a>, [url=http://bvdqhwucwrgu.com/]bvdqhwucwrgu[/url], [link=http://admnvbgcurjc.com/]admnvbgcurjc[/link], http://ccczbnqolpvc.com/

guru tetap semangat!
Rabu, 09 April 08 - oleh : ida r.
membaca artikel anda,saya sebagai guru meniatkan dalam hati akan menjadi guru yang lebih produktif dan lebih berkualitas untuk menghasilkan anak-anak didik yang lebih oke.So, pesan saya "wahai guru, tetap semangat!!"

Guru Juga Manusia
Minggu, 06 April 08 - oleh : Kukuh Santoso
Saya sepakat dengan artikel anda yang mengatkan bahwa guru harus selalu didepan, menjadi leader,manager dan sekaligus partner bagi anak didik. namun persoalannya adalah dewasa ini perkembangan tehnologi empat kali lipat lebih cepat dari sistem pendidikan di negara kita. sementara guru tidak pernah di upgrade agar dapat mengikuti perkembangan jaman. anak-anak lebih dapat menguasai informasi teknologi hal ini disebabkan karena selain teknologi juga mennyajikan informasi-informasi positif, informasi negatifnyapun juga lebih gencar. inilah yang menjadi target anak-anak kita sebenarnya. rasa ingin tahu yang besar mampu mendorong mereka untuk menguasai teknologi ini.

jadi menurut saya, intensifitas didalam membentuk kreatifitas intelektual di sekolah perlu terus dimassifkan dengan mengubah sistem pendidikan kapitalis menjadi pendidikan yang lebih humanis. persoalan moral menjadi masalah utama disekolah, dan itu menjadi landasan agar anak dapat menghargai ilmu pengetahuan dan tehnologi.

trimaksih!!

Guru Juga Manusia
Minggu, 06 April 08 - oleh : Kukuh Santoso
Saya sepakat dengan artikel anda yang mengatkan bahwa guru harus selalu didepan, menjadi leader,manager dan sekaligus partner bagi anak didik. namun persoalannya adalah dewasa ini perkembangan tehnologi empat kali lipat lebih cepat dari sistem pendidikan di negara kita. sementara guru tidak pernah di upgrade agar dapat mengikuti perkembangan jaman. anak-anak lebih dapat menguasai informasi teknologi hal ini disebabkan karena selain teknologi juga mennyajikan informasi-informasi positif, informasi negatifnyapun juga lebih gencar. inilah yang menjadi target anak-anak kita sebenarnya. rasa ingin tahu yang besar mampu mendorong mereka untuk menguasai teknologi ini.

jadi menurut saya, intensifitas didalam membentuk kreatifitas intelektual di sekolah perlu terus dimassifkan dengan mengubah sistem pendidikan kapitalis menjadi pendidikan yang lebih humanis. persoalan moral menjadi masalah utama disekolah, dan itu menjadi landasan agar anak dapat menghargai ilmu pengetahuan dan tehnologi.

trimaksih!!

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

 
   
   Pencarian

   Jajak Pendapat
Artikel Apa yang ingin Anda Baca Di sini?

Manajemen Pendidikan
Beasiswa
Pendidikan Anak
Free Journal
Penelitian
Kesehatan


   Top Download
Model dan Metode Perencanaan Pendidikan (6699)
Pendidikan Berbasis Masyarakat (5690)
Falsafah Manajemen Mutu (3339)
Email Prof. Jepang (3199)

   Link Terbaru
Free Car Wallpapers Download
[Added: 25-Mar-2008]
Link Software Gratis
[Added: 18-Mar-2008]
Young Cute Mandarin Girl Wallpaper
[Added: 18-Mar-2008]
Lowongan Kerja Keuangan dan Perbankan
[Added: 04-Dec-2007]
edupedia - situs portas studi dan pendidikan
[Added: 08-Oct-2007]
SMP Al-Azhar Palu
[Added: 15-Aug-2007]
Lembaga Pendidikan & Pelatihan Professional SINAR ARAFAH
[Added: 10-Jun-2007]
http://lowongan-kerja-online.org
[Added: 24-Apr-2007]
iklan-gratis.org
[Added: 17-Apr-2007]
Lowongan Kerja Terbaru
[Added: 24-Nov-2006]
Tampilkan situs Anda di sini.
» Tambah link baru
» Browse link

   Artikel Terakhir
LIMA KELEMAHAN GURU DALAM MENGAJAR
KOMERSIALISASI PERGURUAN TINGGI
KOMERSIALISASI PERGURUAN TINGGI
Budaya Membaca dan Menulis Masih Minim Di Sekolah
Budaya Membaca dan Menulis Masih Minim Di Sekolah
OPEN CAMPUS - STMIK INTI INDONESIA
Bagaimana Kalau tidak lulus di Perguruan Tinggi
MENCIPTAKAN PENDIDIKAN YANG EFEKTIF
KESEHATAN JIWA SYARAT UNTUK MENGAJAR
GURU PERLU KREATIVE AGAR SISWA TAK BETE

 

Developed by edu-articles.com. Tahun 2005,
Kami tidak bertanggung jawab atas isi artikel kiriman user. IP Address Anda : 38.107.191.91