Mampukan Institusi Pendidikan Mempersiapkan Pemimpin Di Era Globalisasi
July 12, 2008
- oleh : endang suryana
Harus jujur kita katakan, bahwa saat ini tidak ada sekolah dari berbagai lapisan dan tingkat kependidikan yang secara khusus memiliki kemampuan menghasilkan para peserta didiknya untuk menjadi pemimpin, rasanya belum ada format pendidikan untuk mempersiapkan pemimpin, apalagi dengan harapan untuk dapat melahirkan pemimpin masa depan, pemimpin bangsa memang tidak bisa disiapkan secara sengaja melalui institusi pendidikan. Namun tentunya dalam proses pendidikan semua peserta didik akan banyak belajar dan mendapatkan “pelajaran” yang langsung atau tidak langsung nantinya akan berpengaruh terhadap kualitas dan gaya kepemimpinannya.
Mengingat pendidikan berbeda dengan pengajaran, pendidikan mempunyai arti yang lebih luas lagi, pendidikan dapat berlangsung dimasyarakat, dikeluarga, ditempat bekerja dan tempat lainnya, sementara pengajaran dalam prosesnya harus berlangsung secara terorganisir melalui institusi (formal) persekolahan termasuk di perguruan tinggi tentunya.
Untuk itulah sifat-sifat positif yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin di era global perlu diajarkan dan dikenalkan secara dini dalam sistem pendidikan (nasional) agar pada saatnya mereka dibutuhkan minimal telah memiliki kapasitas dan akseptabilitas yang memadai untuk memimpin. Pendidikan menjadi sesuatu yang sangat penting dan telah menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi dalam upaya memberdayakan masyarakat, agar dari masyarakat yang sudah terbedayakan ini akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang efektif.
Sifat-sifat postif seperti apa sekarang yang dibutuhkan untuk melahirkan seorang pemimpin yang efektif, kredibel, visioner, memiliki integritas tinggi dan sifat-sifat postif lainnya. (Prof. Suyatno, Ph.D, halaman 55) mengatakan sebagai berikut :
1. Kreativitas ? yang indikatornya meliputi :
? Fluency
? Flexibility
? Originality ? Elaboration
? Analysis
? Synthesis
2. Moralty
3. Courage
4. Knowledge
5. Commitment
Sejatinya, seorang pemimpin minimal harus memiliki kelima sifat-sifat positif tersebut, mengingat pemimpin bisa menjadi simbol moral dan pemersatu bagi komunitasnya, pemimpin harus bisa menjadi agent of development menuju kesejahteraan, kemakmuran. Seorang pemimpin harus mampu membawa komunitasnya melangkah jauh kedepan bukan hanya sekedar menjadi one step ahead tapi lebih leading to the farthest.
Dan mengakhiri tulisan ini memunculkan pertanyaan sudah siapkah dunia pendidikan nasional (kita) mewujudkan semua lima butir sifat positif yang menjadi rangkuman dalam upaya melahirkan seorang pemimpin? Tidaklah berlebihan kiranya kita yang berada dalam wahana pendidikan seharusnya sudah mempersiapkan diri untuk mampu mewujudkannya. Dengan mengutip kata-kata bijak pendahulu kita yang mengatakan “Belajarlah dari buaian sampai keliang lahat” karena kita selalu akan terus dituntut untuk berfikir jauh kedepan menyiapkan diri agar usaha yang yang sekarang kita laksanakan dan yang tengah berjalan ini dapat menjadi tonggak kuat untuk menopang tantangan yang akan datang.
Bagaimana menurut anda……………………..sudah siapkah?
Tangerang, 02 Juli 2007
Ditulis oleh :
Endang Suryana
Pemerhati dan Praktisi Pendidikan dan Pelatihan
Mitra Consulting & Training (MCT Foundation)
Kepustakaan :
Jansen H. Sinamo & Agus Santosa (2002), Pemimpin Kredibel, Pemimpin Visioner, Penerbit Institut Darma Mahardika, Jakarta
Gering Supriyadi, Drs, MM dan Triguno, Drs (2001), Budaya Kerja Organisasi Pemerintahan, Lembaga Administrasi Negara RI
R.Eko Indrajit & R.Djokopranoto (2006), Manajemen Perguruan Tinggi, Penerbit Andi Yogjakarta
Suyanto, Prof, Ph.D (2006), Dinamika Pendidikan Nasional, Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah, Jakarta
———————————————————————————————————-
Biodata Singkat Penulis
Nama Lengkap : Endang Suryana
Jenis Kelamin/Status : Laki-Laki / K3
Tempat & Tgl Lahir : Bogor, 07 Nopember 1951
Alamat : Perumahan Pengayoman Jalan Banding IV Blok D8/17
Tangerang 15118
Telepun : 021-5531461 ; Mobile 0816779900
eMail : endangsuryana06@yahoo.co.id
Pendidikan : S2 Manajemen (STIE Jakarta)
S1 FISIP (Universitas 17 Agustus)
ATMI – Jakarta
Profesi : Managing Partner (MCT Foundation)
Ada 3 komentar tentang artikel ini :
| format pendidikan beroutput pemimpin Sabtu, 26 April 08 - oleh : Khairul Umam |
| saya meragukan opini Bapak tentang belum adanya format pendidikan untuk mempersiapkan generasi berjiwa pemimpin. Salah satu format pendidikan dengan visi itu sebenarnya telah banyak di sekolah-sekolah berbasis pesantren semisal Pesantren Modern Gontor di Ponorogo dan Pesantren Al-Amien Prenduan di Sumenep Madura. Kedua pesantren tersebut bukan hanya mencetak generasi yang intelek, tetapi juga generasi “khalifah fil ardhi” yaitu mempersiapkan peserta didik untuk menjadi pemimpin dlm berbagai bidang kehidupan. Jadi kedua pesantren tersebut sebenarnya hanya menerima calon peserta didik yang berorientasi pada kepemimpinan. |
| setuju Jumat, 04 April 08 - oleh : junita |
| Saya setuju dengn apa ang ada di dalam situs ini |
| Kecermatan berinterpretasi Selasa, 28 Agustus 07 - oleh : sidik wiro husodo |
| Mengatakan siap dan tidak siap bukanlah mudah dan instant serta memuat kepentingan yang tidak objektif. Namun ditengah persaingan, sebuah reflektif interpretasi sangat urgent. Sebuah kepemimpinan adalah internalisasi, bukan hanya kerja kognitif. Kepemimpinan adalah kerja dan bukti. Pendidikan bukan pencetak pemimpin tapi lebih kepada penekanan menjadikan manusia seutuhnya dan diberbagai lini. Morality, sipritual, artificial/multiple intellegent yang bisa digunakan sebagai modal dasar seorang pemimpin, pekerja, scientist, police etc. |



