Recent Posts

Categories

Archives

Search

Google

Links

30
Apr

Memotivasi Staf

A. PENDAHULUAN

Setiap organisasi yang ingin berhasil mencapai tujuan organisasi, tentunya memerlukan staf yang memiliki ketrampilan dan kemampuan kerja yang tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan motivasi. Apakah seseorang termotivasi atau tidak di tempat kerja akan menentukan seberapa baik kinerjanya.
Teori motivasi yang sering digunakan adalah teori kebutuhan Abrahan H. Maslow. Ada lima tingkatan kebutuhan manusia yang dikemukakan, yaitu: kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan social, kebutuhan untuk dihormati dan kebutuhan aktualisasi diri.
Motivasi staf dipengaruhi oleh perilaku pemimpin. Pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakannya (Fatah N., 2001).

B. PERMASALAHAN

Apa yang memotivasi seseorang? Bagaimana kecocokannya dengan model motivasi yang relevan? Bagaimana strategi kunci yang harus dilakukan para pemimpin untuk memotivasi stafnya?

C. PEMBAHASAN

Menurut Rupert Eales White (1998), beberapa hal yang memotivasi seseorang adalah:
1. gaji tinggi
2. kesempatan untuk berkembang
3. lingkungan kerja yang menyenangkan
4. adanya otonomi (keleluasaan dalam menetapkan tujuan, merencanakan hari kerja dan kendali dalam melaksanakan kerja)
5. keamanan kerja
6. adanya tanggung jawab
7. status
8. pencapaian hasil usaha

Sulit untuk menentukan prioritas dari daftar diatas, karena antara orang yang satu dengan yang lain mempunyai prioritas yang berbeda. Seorang individu seringkali juga mempunyai prioritas yang berbeda. Berubahnya waktu dengan terjadinya krisis moneter di Indonesia, keamanan kerja menjadi prioritas utama.
Hierarki kebutuhan Maslow menyatakan sampai kebutuhan tingkat bawah terpenuhi, kita tidak akan bergerak untuk memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi. Pemimpin tidak akan efektif apabila tertahan pada tingkatan kebutuhan yang rendah dan setiap pemimpin seharusnya memiliki tanggung jawab untuk membantu pengikutnya memenuhi kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi.
Teori Maslow terpenjara oleh penelitiannya sendiri. Hubungan interpersonal (kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang lain) sama pentingnya dengan hal-hal yang disebutkan diatas sebagai suatu motivator. Ada empat tindakan yang dapat dilakukan oleh pemimpin, yaitu: menempatkan pekerjaan pada konteksnya, mengembangkan para pengikut, memimpin dengan memberikan contoh dan memberikan dukungan (Roger Harrison, 1991).
Strategi kunci pemimpin untuk memotivasi staffnya adalah:
1. Memberikan gaya kepemimpinan yang mendukung
Para pengikut mengatakan mengadaptasi gaya kepemimpinan pemimpin karena melihat adanya gaya kepemimpinan yang tidak fleksibel di sekitar mereka. Para pemimpin akan merasa nyaman dengan gaya kepemimpinan yang sudah ada atau dengan melakukan kombinasi dari berbagai gaya.

2. Mendelegasikan
Alasan pemimpin tidak dapat mendelegasikan adalah kurangnya waktu, keyakinan hanya mereka yang paling kompeten melaksanakan tugas, kurang yakin kemampuan pengikut, takut jika mendelegasikan mereka tidak punya pekerjaan lagi.
Pengikut menginginkan pekerjaan yang lebih menantang dan memberikan stimulasi sehingga dapat memikul tanggung jawab yang lebih besar, mencapai hal yang lebih besar, tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Apabila pemimpin menyadari pengikutnya memiliki potensi untuk berkembang dan memberi pendelegasian yang terencana, maka ketegangan semua pihak yang terlibat akan menurun.

3. Membiarkan pengambilan resiko
Banyak pemimpin yang menyalahkan jika terjadi kesalahan sehingga memadamkan keinginan untuk mengambil resiko. Kunci sukses adalah mengelola resiko. Dalam kaitannya dengan latihan kerja yang efektif dan proses penelaahan, apa saja resiko yang boleh diambil dapat disepakati.

4. Melatih dan mengembangkan
Proses pengembangan dan pelatihan harus berjalan efektif. Apabila pekerja para pekerja dapat menentukan dan memilih latihan yang akan mereka peroleh, akan jauh lebih efektif daripada jika pelatihan itu diperlakukan sebagai untuk memperbaiki keadaan yang buruk

5. Membangun harapan yang tinggi
Suatu organisasi yang stafnya harus menentukan target masing-masing dan tidak memberikan mandat untuk mereka ternyata mereka mempunyai target dan motivasi yang tinggi.

6. Menyediakan tujuan
Tujuan harus jelas.Suatu organisasi tidak akan berjalan jika tidak memiliki tujuan.

7. Menghargai prestasi
Sepatah kata pujian atau penghargaan memberikan lebih banyak motivasi daripada seribu kalimat menyalahkan.

D. KESIMPULAN

Beberapa hal yang memotivasi seseorang adalah: gaji tinggi, kesempatan untuk berkembang, lingkungan kerja yang menyenangkan, adanya otonomi (keleluasaan dalam menetapkan tujuan, merencanakan hari kerja dan kendali dalam melaksanakan kerja), keamanan kerja, adanya tanggung jawab, status, dan pencapaian hasil usaha (Rupert Eales White, 1998). Hal ini sesuai dengan teori motivasi Maslow. Tetapi ada hal yang penting dalam motivasi yang tidak terdapat dalam teori Maslow, yaitu hubungan interpersonal. Adapun strategi kunci pemimpin dalam memotivasi stafnya adalah: memberikan gaya kepemimpinan yang mendukung, mendelegasikan, membiarkan pengambilan resiko, melatih dan mengembangkan, membangun harapan yang tinggi, menyediakan tujuan, dan menghargai prestasi.

E. DAFTAR PUSTAKA

Eales-White, R (1998) How to be a better…Leader, Kogan Page, London.
Hersey, P (1982) Manajement of organizational Behavior, Prentice-Hall, Inc., London.
Thoha, M (1997) Pembinaan Organisasi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Siagian (1985) Managemen Modern, PT Gunung Agung, Jakarta.
Fattah, N (2001) Landasan Manajemen Pendidikan, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

No Comments

No comments yet.

Leave a comment