STUDI KOMPETENSI GURU BIOLOGI SMA DALAM PENGUASAAN KETRAMPILAN BERTANYA
November 26, 2008
Oleh: Ardiani Mustikasari, S. Si, M. P
Abstrak: Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana ketrampilan bertanya guru mata pelajaran biologi kelas X di SMA Negeri Kota Pontianak? Adapun tujuannya adalah untuk memperoleh informasi tentang ketrampilan bertanya guru mata pelajaran biologi kelas X di SMA Negeri Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pengumpulan data dilakuan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakuan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data (display), dan kesimpulan (verifikasi). Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa: ketrampilan bertanya guru mata pelajaran biologi kelas X di SMA Negei Kota Pontianak belum optimal.
Kata Kunci: ketrampilan, teknik, bertanya, pertanyaan, biologi
PENDAHULUAN
Keberadaan guru sangat menentukan keberhasilan program kegiatan sekolah. Dalam mengelola pembelajaran hendaknya guru dapat menciptakan kondisi sebagaimana tercantum pada PP No. 19 tahun 2005 Bab IV, pasal 19 (1), yang menyatakan perlunya partisipasi aktif peserta didik. Aktif dapat diartikan tidak hanya aktif fisik, tetapi juga aktif pikiran. Agar siswa dapat aktif berpikir, guru perlu menguasai ketrampilan bertanya dengan baik. Ketrampilan bertanya meliputi jenis pertanyaan yang diajukan dan teknik bertanya yang dilakukan oleh guru.
Penelitian menunjukkan bahwa guru tidak menyadari bahwa peningkatan mutu pertanyaan dapat menghasilkan peningkatan pembelajaran bagi siswanya. Pertanyaan guru biasanya meminta jawaban factual dan pemikiran tingkat rendah. Pertanyaan tingkat pengetahuan dan pemahaman meliputi sekitar 70% dari seluruh pertanyaan yang diajukan guru, sedangkan pertanyaan –pertanyaan yang membutuhkan pemikiran penerapan, analisis, sintesis, atau evaluasi tidak banyak dipakai (Wood, & Stevens, 1998 dalam Martin, dkk., 1997).
Berbagai penelitian juga menemukan bahwa sebagian besar petanyaan dan jawaban diberikan dengan cepat. Banyak guru (93%) bertanya dan sangat kurang memberi kesempatan kepada siswa untk mengajukan pertanyaannya sendiri (Wood & Stevens, 1988 dalam Martin, dkk, 1997).
Berdasarkan hal tersebut dapat dirumuskan masalah Bagaimanakah ketrampilan bertanya guru mata pelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri Kota Pontianak? Rumusan masalah tersebut dapat kita jabarkan sebagai berikut :
1. Bagaimana persiapan pertanyaan yang dilakukan oleh guru mata pelajaran biologi kelas X di SMA Negeri Kota Pontianak?.
2. Bagaimanakah jenis pertanyaan yang diajukan guru mata pelajaran biologi kelas X di SMA Negeri kota Pontianak ?.
3. Bagaimanakah teknik bertanya guru mata pelajaran biologi kelas X di SMA Negeri kota Pontianak ?
Penelitian ini mempunyai beberapa manfaat. Manfaat teoritis penelitian ini adalah dapat menambah wawasan keilmuan mengenai ketrampilan bertanya, khususnya dalam mata pelajaran Biologi. Manfaat praktis penelitian adalah: 1) Bagi LPMP: sebagai bahan masukan dalam menyusun kebijakan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi LPMP, 2) Bagi sekolah: sebagai masukan dalam menyusun program-program sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, 3) Bagi guru: sebagai masukan bagi guru biologi untuk menguasai ketrampilan bertanya dalam meningkatkan proses belajar mengajar.
KERANGKA TEORI
Osman dan Hanafin (1994: 9 -10) mengemukakan bahwa siswa dapat dibimbing dari tingkat berpikir yang lebih rendah ke tingkat berpikir yang lebih tinggi dengan pertanyaan-pertanyaan.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru pada siswa dalam proses pembelajaran memilki fungsi, diantaranya untuk mengetahui pemahaman siswa tentang apa yang telah dijelaskan, mengaitkan serta mengikutsertakan siswa dalam memikirkan bahasan yang sedang dibahas, mengarahkan pertanyaan siswa, memberikan kesempatan pada siswa untuk menelusuri hal-hal yang belum dimengerti (Rooijakkers, 1984:66 – 69); menarik perhatian siswa, merangsang aktivitas berpikir siswa (Staton, 1978: 48); mengajukan masalah yang mengandung situasi menantang dan penuh teka-teki sebagian bahan untuk diskusi (Siregar, 1994: 93); dan memperlancar berpikir kreatif dan sikap kritis siswa (Osman & Hannafin, 1994: 9).
Jenis-jenis pertanyaan yang didasarkan pada taksonomi kognitif dari Bloom adalah sebagai berikut: 1. Pengetahuan, 2. Pemahaman, 3. Penerapan / aplikasi, 4. Analisis, 5 Sintesis, 6 Evaluasi,
Penggunaan lebih banyak pertanyaan tingkat tinggi akan memberikan perbedaan yang nyata diantara pembelajaran sain dengan kegiatan praktikum dibandingkan pengajaran sain tradisional. Hubungan nyata terlihat pada mutu pertanyaan dan mutu jawaban siswa (Ted Bredderman, 1984). Pertanyaan tingkat tinggi mempunyai pengaruh positif terhadap pengembangan bahasa anak-anak dan ketrampilan berpikir seperti berpikir analitis. Terdapat hubungan positif diantara pertanyaan tingkat tinggi dan mutu jawaban siswa (Barners, 1978 dalam Martin, dkk, 1997)
Pada dasarnya teknik bertanya mempunya urutan sebagai berikut:
1. Memberikan pertanyaan kepada seluruh siswa sehingga setiap siswa memikirkan jawabannya dan memperoleh kesempatan untuk menjawab pertanyaan.
2. Memberi waktu tunggu, yaitu waktu beberapa detik untuk siswa agar memikirkan jawabannya.
3. Meminta / menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan
4. Agar pertanyaan kita efektif perlu kita perhatikan ramu-rambu sebagai berikut:
a. Beberapa pertanyaan kunci kita buat di dalam rencana pembelajaran.
b. Kita ajukan pertanyaan secara langsung, sederhana, dan singkat tetapi jelas
c. Kita ikuti prosedur teknik bertanya
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode deskriptif. Peneliti akan mendapatkan informasi tentang ketrampilan bertanya guru mata pelajaran Biologi di SMA Negeri Kota Pontianak pada saat penelitian di lakukan.
Sebagai subyek dalam penelitian ini adalah 9 SMA Negeri di kota Pontianak. Pada masing-masing sekolah sebagai responden dalam penelitian ini adalah 1 (satu) orang guru mata pelajaran Biologi Kelas X dan beberapa orang siswa yang diajar oleh guru tersebut.
Instrumen yang digunakan adalah panduan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan merekam dan mencatat apa yang disampaikan, kemudian melakukan:
1. Reduksi data
2. Penyajian data (display)
3. Verifikasi
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Temuan Penelitian
Sebagian besar (7 orang) guru mata pelajaran biologi kelas X di SMA negeri kota pontianak melakukan persiapan pertanyaan yang tertulis dalam RPP. Jenis pertanyaan yang disusun berdasaran tingkat berpikir taksonomi bloom digolongkan dalam tingkat pengetahuan dan pemahaman.
Jenis pertanyaan yang diajukan guru mata pelajaran biologi kelas X di SMA negeri kota pontianak berdasarkan tingkat berpikir taksonomi bloom digolongkan dalam jenis pengetahuan dan pemahaan. Dalam pelaksanaan 2 orang guru mengembangkan pertanyaan analisis (satu tingkat di atas pemahaman).
Temuan penelitian ketrampilan bertanya guru mata pelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri Pontianak adalah guru tidak memahami ketrampilan bertanya yang benar. Dalam pelaksanaan sebagian besar guru sudah memberikan pertanyaan secara menyeluruh kepada siswa, tetapi tidak memberikan waktu tunggu yang cukup.
B. Pembahasan Temuan Penelitian
1. Persiapan pertanyaan oleh guru mata pelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri Pontianak
Dari temuan penelitian dapat diketahui bahwa guru kelas X di SMA Negeri Kota Pontianak sebagian besar sudah menyusun persiapan pertanyaan yang ditulis dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hal tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan bahwa pertanyaan akan efektif apabila dipersiapkan oleh guru yang dituangkan dalam Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Sebagian besar guru di SMA negeri kota Pontianak suda memahami perlunya mempersiapkan pertanyaan untuk merangsang atau meningkatkan ketrampilan berpikir siswa. Dengan mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan pokok akan memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran akan berjalan efektif karena guru sudah merancang pertanyaan-pertanyaan pokok yang akan membenatu dalam mencapai tujuan pembelajaran, sehingga pembelajara akan berlagsung sesuai dengan yang diharapkan. Pertanyaan-pertanyaan pokok atau inti perlu dirancang terlebih dahulu agar pembelajaran tidak melenceng dari tujuan atau sebagai pemandu bagi guru meskiun pertanyaan-pertanyaan yang muncul akan berkembang sesuai dengan kondisi kelas.
Analisis terhadap data dokumentasi dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun guru menunjukkan bahwa sebagian besar pertanyaan yang disusun guru berdasarkan tingkat berpikir taksonomi bloom dikategorikan dalam jenis pengetahuan dan pemahaman. Dengan demikian guru perlu meningkatkan kemampuaannnya dalam menyusun pertanyaan, sehingga pertanyaan-pertanyaan yang disusun dapat benar-benar merangsang ketrampilan berpikir siswa atau guru dapat menyusun pertanyaan-pertanyaan tingkat tinggi.
2. Jenis pertanyaan guru mata pelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri Pontianak
Dari temuan penelitian dapat diketahui bahwa jenis pertanyaan guru mata pelajaran Biologi Kelas X di SMA Negeri Kota Pontianak berdasarkan taksonomi kognitif bloom dikategorikan dalam pengetahuan dan pemahaman. Berarti pertanyaan yang diajukan oleh guru-guru tersebut masih dikategorikan pertanyaan tingkat rendah. Petanyaan-pertanyaan yang diajukan menuntut proses berpikir siswa tingkat rendah. Oleh karena itu gru perlu meningkatkan kemampuannya dalam menyusun pertanyaan-pertanyaan, sehingga dapat meningkatkan pertanyaan menadi pertanyaan tingkat tinggi. Dengan pertanyaan tingkat tinggi yang diajukan akan melatih ketrampilan berpikir siswa yang tinggi juga.
Sebagian besar guru belum memahami jenis-jens pertanyaan oleh karena itu guru dituntut untuk memperluas wawasannya tentang jenis pertanyaan. Sehingga dapat berinovasi untuk menghasilkan pertanyaan–pertanyaan tingkat tinggi. Demikian juga guru yang sudah mengetahui jenis-jenis pertanyaan diharapkan menganalisis pertanyaan yang diajukan dan berusaha untuk menysun pertanyaan tingkat tinggi.
Dalam pelaksanaan pembelajaran dua orang guru telah mengembangkan pertanyaan ke tingkat yang lebih tinggi (analisis). Hal tersebut erlu dilakukan oleh guru, karena diharapkan guru dapat mengembangkan pertanyaan pokok/kunci pertanyaan sesuai dengan kondisi siswa.
3. Teknik bertanya guru mata pelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri Pontianak
Dari temuan penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar guru mata pelajaran Biologi Kelas X di SMA Negeri Kota Pontianak tidak memahami teknik bertanya. Agar tujuan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif guru perlu menguasai ketrampilan bertanya yang meliputi jenis pertanyaan yang disusun dan teknik bertanya guru. Teknik bertanya perlu diterapkan dalam pembelajaran, karena dengan teknik bertanya yang benar akan memotivasi siswa dan merangsang siswa untuk meningkatkan ketrampilan berpikir.
Teknik bertanya meliputi memberikan pertanyaan kepada seluruh siswa sehingga setiap siswa memikirkan jawabannya dan memperoleh kesempatan untuk menjawab pertanyaan. Sebagian besar guru sudah melakukannnya. Sedangkan yang belum dilakukan oleh sebagian besar guru adalah memberikan waktu tungu yang cukup, baik waktu tunggu antara pertanyaan dan menunjuk siswa serta antara jawaban dan komentar siswa.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa ketrampilan bertanya guru mata pelajaran Biologi Keas X di SMA Negeri Kota Pontianak belum optimal. Hal tersebut dapat diuraikan sebagai beikut:
1. Persiapan pertanyaan sudah dilakukan oleh sebagian besar guru (7 orang) tetapi jenis pertanyaan masih tingka rendah.
2. jenis pertanyaan yang disusun oleh guru mata pelajaran biologi Kelas X di SMA Negeri Kota Pontianak masih digolongkan tingkat rendah.
3. teknik bertanya guru mata pelajaran biologi Kelas X di SMA Negeri Kota Pontianak belum benar.
B. Saran
Sebagaimana yang telah dikemukakan pada kesimpulan di atas, saran yang dikemukakan adalah sebagai berikut:
1. Bagi LPMP Kalimantan Barat
Perlu memprogramkan kegiatan untuk memfasilitasi guru mata pelajaran Biologi kelas X di Koa Pontianak dalam hal penguasaan ketrampilan bertanya. Pelaksanaan fasiltasi dapat berbentuk Diklat Ketrampilan Bertanya Guru Biologi.
2. Bagi Sekolah
Sekolah hendaknya membuat kebijakan yang mendukung guru untuk meningkatkan ketrampilan pedagogi guru, khususnya dalam ketrampilan bertanya dengan mengikutkan guru dalam kegiatan diklat, workshop atau seminar
3. Bagi guru
Mengembangkan wawasannya tentang ketrampilan mengajar, khususnya ketrampilan bertanya. Selalu berinovasi untuk menyusun pertanyaan-pertanyaan tingkat tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Cothron, J. H., Giese, R. N., dan Rezba, R. J., Students and Research. Practical Strategies for Science Classrooms and Competitions, Second Edition, Iowa: Kendall / Hunt Publishing Company, 1993.
Daniel, Lucy, Edward P. O., Alton, B., Merill Life Science, New York: Glencoe Macmillan / McGraw-Hill, 1995.
Funck, J. H., Ronald, L. F., James, R. O., Harold, H. J., Constance, S., Learning Science Process Skills, Iowa: Kendall / Hunt Publishing Company, 1997.
Martin, R., Sexton, C., Wagner, K., dan Gerlovich, J., Teaching Science for All Children. Second Edition. Boston: Allyn and Bacon, 1997.
Susilo, H., Kerja ilmiah: Bertanya, Modul Pelatihan Terintegrasi Guru-guru Mata Pelajaran Biologi, jakarta: Direktorat PLB, Depdiknas, 2003.



